Apa Yang Terjadi Jika Depresi Di Biarkan?: Kenali Dampak Yang Terjadi

oleh -41 Dilihat
Apa Yang Terjadi Jika Depresi Di Biarkan?: Kenali Gejala,Dampak Yang Terjadi
Apa Yang Terjadi Jika Depresi Di Biarkan?

Apa Yang Terjadi Jika Depresi dibiarkan? – Depresi adalah gangguan mental yang ditandai dengan perasaan sedih yang berkepanjangan, kehilangan minat dan kesenangan, perasaan bersalah atau rendah diri yang berlebihan, gangguan tidur dan nafsu makan, rasa lelah, dan kesulitan berkonsentrasi.

Prevalensi depresi di Indonesia cukup tinggi. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, sekitar 6,1% penduduk Indonesia pernah didiagnosis mengalami depresi. Angka ini meningkat dibandingkan Riskesdas tahun 2013 yang mencatat prevalensi depresi sebesar 2,6%. Peningkatan ini diduga akibat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental. Namun, Apa Yang Terjadi Jika Depresi dibiarkan , banyak pula kasus depresi yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani dengan baik.

Gejala-gejala depresi

Depresi ditandai dengan berbagai gejala yang mempengaruhi mood, pikiran, dan perilaku seseorang. Beberapa gejala umum depresi meliputi:

  • Perubahan mood yang signifikan, seperti perasaan sedih atau kosong yang berkepanjangan. Penderita depresi sering merasa putus asa dan tidak berharga.
  • Hilangnya minat dan kesenangan dalam aktivitas yang biasa dinikmati. Depresi membuat seseorang kehilangan motivasi untuk melakukan hal-hal yang disukainya.
  • Gangguan tidur, seperti insomnia atau tidur berlebihan. Pola tidur yang terganggu adalah tanda klasik depresi.
  • Perubahan nafsu makan dan berat badan yang signifikan. Depresi bisa menyebabkan nafsu makan berkurang atau meningkat.
  • Sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan sulit membuat keputusan. Fungsi kognitif terganggu karena depresi mempengaruhi kemampuan berpikir.
  • Merasa lelah dan kehilangan energi. Penderita depresi sering merasa kelelahan tanpa sebab.
  • Perasaan tidak berharga, bersalah, dan putus asa yang mendalam. Depresi membuat pandangan negatif terhadap diri sendiri.
  • Pikiran bunuh diri atau percobaan bunuh diri. Dalam kasus parah, depresi dapat menyebabkan ideasi dan perilaku bunuh diri.

Apa yang terjadi jika depresi dibiarkan?

Jika depresi dibiarkan, dapat menyebabkan berbagai masalah, baik fisik maupun mental. Berikut adalah beberapa dampak yang dapat terjadi jika depresi dibiarkan:

1. Dampak jangka pendek

Depresi yang dibiarkan dapat berpengaruh negatif terhadap pekerjaan, hubungan, dan kesehatan fisik dalam jangka pendek.

  • Pengaruh terhadap pekerjaan

Orang yang mengalami depresi seringkali sulit berkonsentrasi dan termotivasi dalam bekerja. Ini dapat menyebabkan penurunan kinerja, kesulitan menyelesaikan tugas, dan absensi yang meningkat. Produktivitas yang rendah akibat depresi dapat memengaruhi evaluasi kinerja dan menghambat kemajuan karir.

  • Pengaruh terhadap hubungan

Depresi dapat memicu perubahan suasana hati, menarik diri dari orang lain, dan ketidakmampuan menjalin interaksi positif. Hal ini dapat mempersulit hubungan dengan pasangan, keluarga, teman, dan rekan kerja. Depresi yang berkepanjangan tanpa pengobatan dapat menyebabkan orang-orang terdekat merasa terbebani dan frustrasi.

  • Pengaruh terhadap kesehatan fisik

Gejala depresi seperti gangguan tidur, nafsu makan berkurang, dan kurangnya motivasi untuk beraktivitas dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik. Depresi meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Depresi juga dapat memperburuk kondisi medis yang sudah ada. Tanpa pengobatan, depresi dapat semakin melemahkan daya tahan tubuh.

  • Resiko Bunuh Diri

Depresi yang tak terkendali berpotensi menyebabkan penderitanya melakukan percobaan bunuh diri atau bahkan bunuh diri. Menurut data dari WHO, setiap 40 detik terjadi 1 kasus bunuh diri di dunia. Di Indonesia sendiri, bunuh diri menempati peringkat ke-8 penyebab kematian menurut Riskesdas 2018.

Data dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa mayoritas korban bunuh diri menderita gangguan mental seperti depresi. Penelitian di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada tahun 2010-2012 menemukan 89,3% korban bunuh diri mengalami depresi. Prevalensi depresi pada perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sehingga tidak mengherankan jika presentase perempuan yang melakukan bunuh diri akibat depresi juga lebih besar.

Kita perlu waspada terhadap gejala-gejala depresi yang mungkin muncul pada diri sendiri maupun orang terdekat. Jangan ragu untuk segera mencari bantuan profesional guna mencegah resiko bunuh diri akibat depresi.

2. Dampak Jangka Panjang

Depresi yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat menyebabkan dampak jangka panjang yang serius bagi kesehatan fisik dan mental.

Salah satu dampak jangka panjang adalah kerusakan otak. Penelitian menunjukkan bahwa depresi kronis dapat menyebabkan penyusutan hippocampus, bagian otak yang berperan penting dalam memori dan pembelajaran. Volume hippocampus orang dengan depresi berat bisa 10-20% lebih kecil dibandingkan orang sehat. Ini menyebabkan gangguan kognitif dan memori.

Selain itu, depresi juga berisiko menimbulkan penyakit jantung. Hormon stres yang meningkat saat depresi bisa merusak pembuluh darah dan jantung. Depresi juga dikaitkan dengan perilaku tidak sehat seperti merokok, minum alkohol berlebihan, dan kurang berolahraga yang semuanya berisiko terhadap penyakit jantung.

Diabetes tipe 2 juga lebih sering muncul pada penderita depresi. Depresi meningkatkan kadar hormon stres yang dapat mengganggu metabolisme gula, sehingga risiko diabetes menjadi lebih tinggi. Obesitas akibat pola makan tak sehat juga turut menyumbang risiko diabetes pada penderita depresi.

Dengan demikian, sangat penting bagi penderita depresi untuk segera mendapatkan pengobatan agar tidak berlanjut menjadi depresi kronis dengan komplikasi kesehatan yang fatal.

Mengapa depresi sering dibiarkan

Depresi sering dibiarkan karena beberapa alasan, termasuk stigma, kurangnya dukungan, dan biaya perawatan yang tinggi.

  • Stigma

Masih ada stigma kuat terhadap depresi dan gangguan mental lainnya. Banyak orang yang memandang depresi sebagai kelemahan karakter atau kelalaian pribadi, bukan sebagai kondisi medis yang sebenarnya. Stigma ini menyebabkan banyak penderita enggan mencari bantuan karena khawatir dianggap lemah atau “gila”. Stigma yang kuat juga masih ada di beberapa komunitas dan budaya tertentu.

  • Kurangnya dukungan

Banyak penderita depresi tidak mendapat dukungan yang memadai dari keluarga dan komunitasnya. Gejala depresi sering dianggap sebagai keluhan biasa dan bukan masalah serius. Tanpa dukungan positif dari orang terdekat, penderita enggan mencari bantuan profesional.

  • Biaya perawatan

Mengakses perawatan profesional untuk depresi bisa sangat mahal di beberapa negara. Biaya konsultasi psikiater, terapi, dan obat-obatan bisa melampaui kemampuan finansial banyak orang. Kurangnya asuransi kesehatan yang memadai juga menjadi kendala. Sehingga banyak kasus depresi yang dibiarkan karena alasan finansial.

Cara Mengatasi Depresi

Depresi dapat diatasi dengan berbagai cara, di antaranya:

  • Terapi

Terapi sangat penting untuk mengatasi depresi. Beberapa jenis terapi yang dapat membantu adalah:

– Terapi kognitif perilaku, untuk mengubah pola pikir negatif menjadi positif.
– Terapi interpersonal, untuk mempelajari cara berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain.
– Terapi keluarga, untuk melibatkan keluarga dalam proses penyembuhan.

Terapi harus dilakukan secara rutin agar efektif mengatasi depresi.

  • Obat-obatan

Obat antidepresan dapat membantu mengatasi depresi dengan menyeimbangkan zat kimia di otak. Beberapa jenis antidepresan yang sering diresepkan adalah SSRI, SNRI, dan obat antidepresan lainnya.

Obat perlu dikonsumsi secara teratur sesuai anjuran dokter. Kombinasi obat dan terapi adalah cara paling efektif mengatasi depresi.

  • Dukungan Sosial

Memiliki dukungan sosial dari keluarga, teman, dan lingkungan juga penting untuk pemulihan. Berbagi perasaan dengan orang yang dipercaya dapat membantu mengurangi beban mental.

Bergabung dalam komunitas pendukung atau kelompok terapi juga dianjurkan agar penderita depresi tidak merasa sendiri. Dukungan sosial membantu meningkatkan motivasi untuk sembuh.

Pentingnya deteksi dini depresi

Deteksi dini depresi sangat penting untuk mengurangi dampak jangka panjang dan mencegah risiko bunuh diri. Jika depresi dibiarkan tanpa penanganan, kondisinya akan semakin memburuk dan lebih sulit untuk ditangani. Gejala yang awalnya ringan bisa berkembang menjadi gejala berat.

Depresi yang berlarut-larut dapat menyebabkan gangguan fungsi otak dan kerusakan sel-sel otak. Ini bisa berdampak permanen seperti sulit berkonsentrasi, daya ingat melemah, atau fungsi eksekutif yang buruk. Selain itu, depresi jangka panjang juga dikaitkan dengan penyakit fisik seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

Risiko bunuh diri pada penderita depresi cukup tinggi, terutama jika tidak mendapat penanganan. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting untuk mencegah ke arah sana. Semakin cepat depresi terdeteksi, semakin besar kemungkinan untuk disembuhkan. Dengan penanganan profesional seperti terapi dan obat-obatan yang tepat, gejala depresi bisa dikendalikan.

Deteksi dini depresi dapat dilakukan dengan observasi gejala, skrining depresi, dan konsultasi ke ahli kesehatan mental. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan jika Anda atau orang terdekat menunjukkan tanda-tanda depresi. Semakin cepat bertindak, semakin baik untuk mencegah depresi yang memburuk.

penutup

Itulah bahaya apa yang terjadi jika depresi dibiarkan? yang dapat berakibat fatal bagi penderitanya. Gejala-gejala depresi seperti perasaan sedih berkepanjangan, kehilangan minat dan kesenangan, gangguan tidur dan nafsu makan, hingga gangguan fungsi kognitif dan psikomotor perlu diwaspadai.

Jika dibiarkan, depresi dapat menyebabkan dampak jangka pendek seperti kesulitan beraktivitas dan bekerja, menurunnya produktivitas, dan bahkan munculnya risiko bunuh diri. Dampak jangka panjangnya antara lain berisiko terkena penyakit fisik akibat daya tahan tubuh yang melemah, gangguan hubungan, ketergantungan alkohol atau obat-obatan, dan kecacatan atau kematian akibat bunuh diri.

Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting bagi penderita depresi. Konsultasi dengan psikiater atau psikolog, pengobatan, dan terapi adalah langkah efektif mengatasi depresi. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga diperlukan agar depresi tidak berlarut-larut. Kesadaran masyarakat tentang depresi dan kesehatan mental perlu terus ditingkatkan agar penderita tidak ragu mencari pertolongan.

Tentang Penulis: Jonathan putra

Gambar Gravatar
dr. Jonathan Putra merupakan Dokter Umum yang berpraktik di RS Umum Royal Prima. Beliau telah mengemban pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Sumatera Utara. Adapun layanan yang dapat dr. Jonathan putra bantu yaitu konsultasi kesehatan umum, seperti demam, sakit kepala/ migrain, diare, batuk/ pilek, sariawan, ambeiien, asma, rematik, kolesterol. Selain itu, Beliau terhimpun dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.