Panduan Lengkap Proses Pemeriksaan Angiografi

oleh -31 Dilihat
Panduan Lengkap Proses Pemeriksaan Angiografi
Proses Pemeriksaan Angiografi

Proses Pemeriksaan Angiografi– Angiografi adalah pemeriksaan untuk melihat pembuluh darah di dalam tubuh dengan menggunakan zat kontras yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosis kondisi seperti penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah, aneurisma, kelainan pembuluh darah, dan lain-lain.

Sebelum pemeriksaan angiografi, pasien diminta untuk berpuasa selama 8 jam sebelum prosedur. Obat pengencer darah juga perlu dihentikan beberapa hari sebelumnya untuk mengurangi risiko perdarahan. Pasien juga diminta untuk tidak mengonsumsi kafein dan alkohol sebelum pemeriksaan. Beberapa jenis obat tertentu juga perlu dihentikan. Persiapan lainnya termasuk membersihkan area tubuh tempat pemasangan kateter, mengenakan pakaian khusus rumah sakit, dan dipasangkan akses IV. Semua persiapan ini bertujuan agar pemeriksaan angiografi dapat berjalan lancar dan aman.

Prosedur Angiografi

Angiografi dilakukan di ruang kateterisasi di rumah sakit. Pasien akan berbaring di tempat tidur sambil mengenakan pakaian khusus.

Dokter akan membersihkan daerah di sekitar pembuluh darah di mana kateter akan dimasukkan, biasanya di paha atau pergelangan tangan. Setelah dibersihkan, daerah tersebut dibius lokal agar pasien tidak merasa sakit.

Setelah daerah dibius, dokter akan memasukkan kateter melalui jarum suntik ke dalam pembuluh darah. Kateter kemudian dimajukan melalui pembuluh darah menuju organ atau daerah yang akan diperiksa.

Saat kateter berada di posisi yang tepat, zat kontras diinjeksikan melalui kateter. Zat kontras ini memungkinkan pembuluh darah menjadi terlihat di foto rontgen. Foto rontgen diambil selama dan setelah penyuntikan kontras untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang aliran darah dan kondisi pembuluh darah.

Jenis Pemeriksaan Angiografi

Ada beberapa jenis pemeriksaan angiografi yang umum dilakukan, diantaranya:

  • Angiografi Koroner

Angiografi koroner dilakukan untuk memeriksa pembuluh darah koroner jantung. Pemeriksaan ini berguna untuk mendiagnosis penyumbatan atau penyempitan arteri koroner akibat penyakit jantung koroner. Selama prosedur, kateter akan dimasukkan melalui arteri di paha atau lengan dan dibawa menuju ke arteri koroner. Kontrast akan diinjeksikan untuk melihat aliran darah di pembuluh darah koroner dan mendeteksi adanya sumbatan.

  • Angiografi Serebral

Angiografi serebral memeriksa pembuluh darah di otak. Prosedur ini membantu mendeteksi aneurisma, malformasi arteriovenosa, dan penyempitan pembuluh darah otak. Selama angiografi serebral, kateter dimasukkan melalui arteri femoral di paha ke arteri leher, lalu ke arteri otak. Kontrast diinjeksikan dan sinar-X diambil untuk melihat pembuluh darah di otak.

  • Angiografi Renal

Angiografi renal digunakan untuk memeriksa pembuluh darah ginjal. Prosedur ini berguna untuk mendiagnosis penyakit ginjal seperti stenosis arteri renalis dan mendeteksi tumor ginjal. Kateter dimasukkan melalui arteri femoral ke arteri ginjal. Kontrast diinjeksikan dan pembuluh darah ginjal divisualisasikan dengan sinar-X.

  • Angiografi Perifer

Angiografi perifer memeriksa aliran darah di pembuluh darah lengan dan kaki. Biasanya dilakukan bila ada gejala penyakit arteri perifer seperti klaudikasio intermiten. Kateter dimasukkan ke arteri ekstremitas dan kontrast diinjeksikan untuk melihat adanya penyumbatan atau penyempitan.

Resiko dan Komplikasi

Angiografi pada umumnya aman, namun memiliki beberapa resiko dan komplikasi yang jarang terjadi. Beberapa yang perlu diketahui adalah:

  • Alergi terhadap zat kontras

Sebagian kecil pasien memiliki risiko alergi terhadap zat kontras yang digunakan dalam angiografi. Gejala alergi mulai dari gatal-gatal hingga sesak napas. Untuk mencegahnya, dokter akan menanyakan riwayat alergi dan melakukan tes alergi sebelum prosedur. Jika terjadi alergi, akan diberikan obat antihistamin atau steroid.

  • Perdarahan

Komplikasi perdarahan jarang terjadi, yaitu sekitar 1 dari 1000 kasus. Perdarahan dapat terjadi di area pembuluh darah dimasukkannya kateter. Perdarahan berisiko menimbulkan memar atau hematoma. Untuk mencegahnya, tekanan akan diberikan di area tusukan setelah prosedur.

  • Infeksi

Meski jarang, angiografi berisiko infeksi karena melibatkan peralatan medis yang dimasukkan ke dalam tubuh. Gejala infeksi meliputi demam, menggigil, dan nyeri. Untuk mencegah infeksi, area tusukan akan dibersihkan dan didisinfeksi sebelum prosedur. Pasien juga akan diberikan antibiotik.

interpretasi Hasil Angiografi

Dokter yang menangani angiografi akan memeriksa hasil foto dan video yang diambil selama prosedur untuk menilai kondisi pembuluh darah dan aliran darah pasien.

Tujuan utama interpretasi hasil angiografi adalah untuk menilai ada tidaknya penyumbatan atau kelainan pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah biasanya disebabkan oleh plak aterosklerosis atau bekuan darah. Penyumbatan yang signifikan dapat membatasi aliran darah ke organ atau bagian tubuh tertentu.

Selain itu, dokter juga akan memeriksa:

– Apakah ada pembuluh darah yang menyempit atau melebar
– Apakah aliran darah terganggu atau terhambat
– Letak dan luas area yang terpengaruh penyumbatan atau kelainan pembuluh darah
– Apakah ada aneurisma (pembesaran) atau diseksi (robeknya lapisan dalam arteri)
– Kondisi cabang-cabang arteri

Berdasarkan hasil interpretasi, dokter dapat menentukan diagnosis penyakit arteri koroner, stroke, atau kondisi pembuluh darah lainnya. Dokter juga dapat merekomendasikan perawatan lanjutan yang sesuai, seperti perawatan medis, angioplasti, atau operasi bypass jantung.

Interpretasi hasil angiografi oleh dokter yang berpengalaman sangat penting untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang akurat. Pasien disarankan berkonsultasi lagi dengan dokter untuk membahas hasil angiografi dan rencana perawatan selanjutnya.

Persiapan Pasien

Sebelum menjalani pemeriksaan angiografi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan pasien:

  • Puasa

Pasien diminta untuk puasa selama 8 jam sebelum pemeriksaan. Hal ini penting untuk mencegah mual dan muntah akibat efek kontras yang digunakan. Pasien hanya diizinkan minum air putih saja.

  • Penghentian obat tertentu

Pasien juga diminta untuk menghentikan penggunaan obat-obatan tertentu yang dapat mempengaruhi pembekuan darah, seperti aspirin dan obat anti-inflamasi nonsteroid. Obat ini perlu dihentikan minimal 7 hari sebelum pemeriksaan untuk mengurangi risiko perdarahan.

 Selama Prosedur

Saat pemeriksaan angiografi, pasien akan diminta tidur terlentang di meja pemeriksaan. Area tubuh yang akan diperiksa, seperti lengan, kaki, atau daerah leher akan disterilkan dan ditutupi kain steril.

Dokter akan memberikan suntikan analgesik lokal di area insersi kateter untuk mengurangi rasa sakit. Setelah area tersebut dibius, dokter akan memasukkan kateter kecil yang lentur melalui jarum suntik ke dalam pembuluh darah pasien.

Kateter akan digerakkan menuju organ atau area pembuluh darah yang ingin diperiksa. Saat kateter sudah mencapai posisi yang tepat, dokter akan menyuntikkan zat kontras melalui kateter. Zat kontras ini akan mengalir ke pembuluh darah di area pemeriksaan.

Selama penyuntikan zat kontras, mesin sinar-X akan mulai membuat rekaman video atau foto dari aliran zat kontras di pembuluh darah. Rekaman video atau foto inilah yang nanti akan dianalisis oleh dokter.

Proses penyuntikan zat kontras biasanya berlangsung selama beberapa menit saja. Pasien mungkin akan merasakan sensasi hangat selama zat kontras mengalir. Setelah rekaman selesai, kateter akan dilepas dan area insersi akan ditekan untuk mencegah perdarahan.

Setelah Prosedur

Setelah angiografi, pasien akan dipantau kondisinya selama beberapa jam. Hal ini untuk memantau apakah terjadi komplikasi seperti perdarahan atau reaksi alergi.

Area insersi kateter juga perlu dijaga agar tidak berdarah. Bidang tekanan akan ditempatkan pada area tersebut untuk mencegah perdarahan. Pasien juga diminta untuk menjaga area insersi dan tidak menekuk area tersebut dalam beberapa jam pertama.

Obat pereda nyeri juga diberikan jika pasien merasa nyeri akibat prosedur. Pasien umumnya diperbolehkan makan dan minum beberapa jam setelah prosedur jika tidak ada komplikasi.

Perawat akan memeriksa tanda-tanda vital dan kondisi pasien secara berkala. Jika tidak ada komplikasi, pasien diperbolehkan pulang setelah beberapa jam observasi. Pasien dianjurkan untuk beristirahat di rumah dan menghubungi dokter jika muncul gejala yang mengkhawatirkan.

 

Biaya Angiografi

Biaya untuk melakukan pemeriksaan angiografi sangat bervariasi tergantung dari beberapa faktor, diantaranya:

– Jenis pemeriksaan angiografi yang dilakukan. Pemeriksaan angiografi untuk organ atau pembuluh darah yang lebih kompleks seperti jantung (angiografi koroner) atau otak (angiografi serebral) tentunya akan lebih mahal dibanding angiografi pembuluh darah ekstremitas.

– Fasilitas dan rumah sakit tempat angiografi dilakukan. Rumah sakit besar dan terkenal atau yang dilengkapi fasilitas canggih tentunya akan membebankan biaya lebih tinggi.

– Dokter spesialis yang melakukan prosedur. Dokter spesialis intervensi dengan pengalaman lebih banyak tentu memiliki tarif yang lebih mahal.

– Penggunaan asuransi kesehatan. Jika pasien menggunakan asuransi kesehatan, maka sebagian atau seluruh biaya angiografi mungkin ditanggung oleh asuransi tersebut. Namun perlu diingat bahwa setiap jenis asuransi biasanya memiliki batasan atau aturan tertentu untuk penggantian biaya angiografi.

Secara umum, biaya angiografi di Indonesia berkisar antara Rp 10 juta hingga Rp 30 juta, tergantung faktor-faktor di atas. Pasien disarankan berkonsultasi dengan dokter dan pihak rumah sakit mengenai perkiraan biaya sebelum melakukan pemeriksaan ini.

Penutup

Secara keseluruhan, angiografi merupakan pemeriksaan yang sangat penting dan bermanfaat untuk mendiagnosis kondisi pembuluh darah.

Angiografi dapat mendeteksi adanya penyumbatan, penyempitan, aneurisma, malformasi, dan kelainan lain pada pembuluh darah. Hasil pencitraan yang akurat memungkinkan dokter untuk memberikan diagnosis yang tepat dan rencana pengobatan yang optimal.

Prosedur angiografi relatif aman dan risiko komplikasinya rendah jika dilakukan oleh dokter ahli. Pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini jika dicurigai mengalami kelainan atau penyakit pembuluh darah berdasarkan gejala klinis. Angiografi juga dianjurkan sebagai pemeriksaan rutin bagi penderita penyakit jantung dan stroke.

Dengan informasi yang didapat dari angiografi, pengobatan yang tepat dapat segera diberikan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut akibat kelainan pembuluh darah. Oleh karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai pemeriksaan ini jika diperlukan.

Tentang Penulis: Jonathan putra

Gambar Gravatar
dr. Jonathan Putra merupakan Dokter Umum yang berpraktik di RS Umum Royal Prima. Beliau telah mengemban pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Sumatera Utara. Adapun layanan yang dapat dr. Jonathan putra bantu yaitu konsultasi kesehatan umum, seperti demam, sakit kepala/ migrain, diare, batuk/ pilek, sariawan, ambeiien, asma, rematik, kolesterol. Selain itu, Beliau terhimpun dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.