7 Cara Mencegah Penyakit Jantung Dengan Langkah Mudah

oleh -25 Dilihat
Cara Mencegah Penyakit Jantung Dengan Langkah Mudah
Cara Mencegah Penyakit Jantung Dengan Langkah Mudah

Cara Mencegah Penyakit Jantung – Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Menurut data dari WHO, sekitar 17,9 juta orang meninggal akibat penyakit jantung pada tahun 2019, atau sekitar 32% dari total kematian global1.

Penyakit jantung bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetik, gaya hidup, pola makan, stres, dan penyakit lainnya. Namun, sebagian besar faktor-faktor tersebut bisa dicegah atau dikendalikan dengan cara yang sederhana dan mudah.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan Anda 7 langkah mudah untuk mencegah penyakit jantung. Langkah-langkah ini tidak hanya baik untuk kesehatan jantung Anda, tetapi juga untuk kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

 

1. Berhenti Merokok

Merokok adalah salah satu faktor risiko utama untuk penyakit jantung. Rokok mengandung nikotin, tar, karbon monoksida, dan zat-zat berbahaya lainnya yang bisa merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan menyebabkan penggumpalan darah2.

Jika Anda merokok, segera berhentilah. Berhenti merokok bisa menurunkan risiko Anda terkena penyakit jantung hingga 50% dalam waktu satu tahun3. Jika Anda kesulitan berhenti merokok, mintalah bantuan dari dokter, keluarga, atau teman. Anda juga bisa mencoba terapi pengganti nikotin, seperti permen karet, plester, atau obat-obatan4.

 

2. Olahraga Secara Teratur

Olahraga secara teratur bisa membantu Anda menjaga berat badan ideal, mengurangi lemak dalam darah, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi darah. Semua hal ini bisa mencegah penyakit jantung dan stroke.

Anda tidak perlu olahraga yang berat atau lama untuk mendapatkan manfaatnya. Cukup lakukan olahraga aerobik, seperti berjalan, bersepeda, berenang, atau jogging, selama 30 menit, 5 kali seminggu. Jika Anda belum terbiasa olahraga, mulailah dengan intensitas dan durasi yang rendah, lalu tingkatkan secara bertahap.

 

3. Makan Makanan Sehat

Makanan yang Anda konsumsi berpengaruh besar terhadap kesehatan jantung Anda. Makanan yang tinggi lemak jenuh, garam, gula, dan kalori bisa meningkatkan kadar kolesterol, tekanan darah, dan berat badan Anda, yang semuanya bisa memicu penyakit jantung.

Untuk mencegah penyakit jantung, Anda harus makan makanan yang sehat dan seimbang, yang terdiri dari:

  • Buah-buahan dan sayuran, yang kaya akan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Anda disarankan untuk makan buah-buahan dan sayuran setidaknya 5 porsi sehari.
  • Sereal utuh, seperti beras merah, gandum, oatmeal, dan roti gandum, yang mengandung serat, karbohidrat kompleks, dan nutrisi lainnya. Anda disarankan untuk mengganti sereal olahan dengan sereal utuh dalam menu Anda.
  • Protein tanpa lemak, seperti ikan, ayam tanpa kulit, telur, kacang-kacangan, dan susu rendah lemak, yang mengandung protein, asam lemak omega-3, kalsium, dan zat besi. Anda disarankan untuk mengonsumsi protein tanpa lemak setiap hari, tetapi dengan porsi yang sesuai.
  • Lemak sehat, seperti minyak zaitun, alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian, yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda, yang bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah. Anda disarankan untuk mengganti lemak jenuh dengan lemak sehat dalam menu Anda, tetapi tetap dalam batas yang wajar.

Selain itu, Anda juga harus menghindari atau membatasi makanan dan minuman yang tidak sehat, seperti:

  • Makanan cepat saji, gorengan, kue, biskuit, dan makanan olahan lainnya, yang tinggi lemak jenuh, garam, gula, dan pengawet. Makanan-makanan ini bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.
  • Daging merah, mentega, keju, dan santan, yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol. Lemak jenuh dan kolesterol bisa menumpuk di dalam pembuluh darah dan menyebabkan penyempitan atau penyumbatan.
  • Garam, yang bisa meningkatkan tekanan darah dan membebani jantung. Anda disarankan untuk mengonsumsi garam tidak lebih dari 5 gram sehari, atau sekitar satu sendok teh.
  • Gula, yang bisa meningkatkan berat badan, kadar gula darah, dan trigliserida. Anda disarankan untuk mengonsumsi gula tidak lebih dari 25 gram sehari, atau sekitar 6 sendok teh.
  • Alkohol, yang bisa meningkatkan tekanan darah, kadar trigliserida, dan berat badan. Alkohol juga bisa merusak otot jantung dan meningkatkan risiko aritmia. Anda disarankan untuk tidak minum alkohol sama sekali, atau jika tidak bisa, batasi konsumsi Anda tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas sehari untuk pria.

 

4. Kendalikan Stres

Stres adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang menantang atau mengancam. Stres bisa bermanfaat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kinerja Anda dalam situasi tertentu. Namun, jika stres berlangsung terlalu lama atau terlalu sering, stres bisa berdampak buruk bagi kesehatan jantung Anda.

Stres bisa meningkatkan tekanan darah, denyut jantung, dan kadar hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin, dalam darah. Stres juga bisa memicu perilaku tidak sehat, seperti merokok, minum alkohol, makan berlebihan, atau kurang tidur, yang semuanya bisa memperburuk kesehatan jantung Anda.

Untuk mencegah penyakit jantung, Anda harus belajar mengendalikan stres dalam hidup Anda.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi stres:

 

  • Kenali penyebab stres Anda dan cari solusi untuk mengatasinya. Misalnya, jika Anda stres karena pekerjaan, Anda bisa berbicara dengan atasan, rekan kerja, atau keluarga Anda untuk mencari bantuan atau saran. Jika Anda stres karena masalah pribadi, Anda bisa mencari konseling profesional atau dukungan dari orang-orang terdekat Anda.
  • Lakukan relaksasi fisik dan mental secara teratur. Anda bisa melakukan teknik pernapasan, meditasi, yoga, pijat, atau aromaterapi untuk meredakan ketegangan dan kecemasan Anda. Anda juga bisa melakukan hobi, mendengarkan musik, membaca buku, atau menonton film untuk mengalihkan pikiran Anda dari hal-hal yang menyebabkan stres.
  • Jaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda. Anda harus menetapkan batas waktu dan prioritas untuk pekerjaan Anda, dan tidak membawanya ke rumah. Anda juga harus menyisihkan waktu untuk bersantai, bersosialisasi, dan menikmati hidup Anda.
  • Jangan ragu untuk mengungkapkan perasaan Anda. Menyimpan perasaan negatif, seperti marah, sedih, atau takut, bisa menimbulkan stres dan tekanan dalam diri Anda. Anda harus berani mengungkapkan perasaan Anda kepada orang-orang yang Anda percayai, atau mencari bantuan profesional jika perlu.

5. Periksa Kesehatan Jantung Anda Secara Rutin

Periksa kesehatan jantung Anda secara rutin adalah salah satu cara untuk mencegah penyakit jantung. Dengan melakukan pemeriksaan, Anda bisa mengetahui kondisi jantung Anda, serta faktor-faktor risiko yang mungkin Anda miliki, seperti kolesterol, tekanan darah, gula darah, dan lainnya.

Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jantung setidaknya sekali setahun, atau lebih sering jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga, atau memiliki gejala-gejala yang mengkhawatirkan, seperti sesak napas, nyeri dada, atau pusing.

Pemeriksaan kesehatan jantung biasanya meliputi:

  • Tes darah, untuk mengukur kadar kolesterol, trigliserida, gula darah, dan zat-zat lainnya yang berhubungan dengan kesehatan jantung.
  • Tes tekanan darah, untuk mengukur tekanan darah sistolik dan diastolik Anda, yang menunjukkan seberapa keras jantung Anda bekerja untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Elektrokardiogram (EKG), untuk merekam aktivitas listrik jantung Anda, yang menunjukkan irama, kecepatan, dan kekuatan denyut jantung Anda.
  • Ekokardiogram, untuk menghasilkan gambaran jantung Anda dengan menggunakan gelombang suara, yang menunjukkan ukuran, bentuk, dan fungsi jantung Anda.
  • Tes stres, untuk mengukur kinerja jantung Anda saat beraktivitas fisik, seperti berlari di treadmill atau bersepeda statis, yang menunjukkan seberapa baik jantung Anda dapat beradaptasi dengan kebutuhan oksigen yang meningkat.

Hasil pemeriksaan kesehatan jantung Anda akan membantu dokter menentukan apakah Anda memiliki penyakit jantung atau tidak, serta memberikan Anda saran dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

 

6. Ikuti Pengobatan yang Diberikan Dokter

Jika Anda sudah didiagnosis dengan penyakit jantung, atau memiliki faktor-faktor risiko yang tinggi, Anda harus mengikuti pengobatan yang diberikan dokter dengan disiplin dan konsisten. Pengobatan ini bisa berupa obat-obatan, prosedur medis, atau operasi, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit jantung Anda.

Obat-obatan yang biasa diberikan untuk penyakit jantung antara lain:

  • Obat antiplatelet, seperti aspirin, yang bisa mencegah pembekuan darah yang bisa menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan serangan jantung atau stroke.
  • Obat penurun kolesterol, seperti statin, yang bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah, serta mengurangi peradangan dan kerusakan pada pembuluh darah.
  • Obat penurun tekanan darah, seperti beta blocker, ACE inhibitor, atau diuretik, yang bisa menurunkan tekanan darah dan mengurangi beban kerja jantung.
  • Obat antiaritmia, seperti amiodarone, yang bisa mengatur irama dan kecepatan denyut jantung, serta mencegah aritmia yang berbahaya, seperti fibrilasi atrium atau ventrikel.

Prosedur medis yang biasa dilakukan untuk penyakit jantung antara lain:

Angioplasti, yaitu prosedur untuk membuka pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat dengan menggunakan balon kecil yang ditiupkan di ujung kateter, yang dimasukkan melalui arteri di lengan atau selangkangan. Kadang-kadang, dokter juga akan memasang stent, yaitu alat berbentuk tabung kecil yang bisa menjaga pembuluh darah tetap terbuka.
Ablasi kateter, yaitu prosedur untuk menghancurkan jaringan-jaringan jantung yang menyebabkan aritmia dengan menggunakan gelombang radio, laser, atau dingin, yang disalurkan melalui kateter, yang dimasukkan melalui vena di leher atau selangkangan.
Implantasi alat pacu jantung, yaitu prosedur untuk memasang alat pacu jantung, yaitu alat kecil yang bisa menghasilkan impuls listrik untuk merangsang kontraksi jantung, yang ditanam di bawah kulit dada. Alat pacu jantung biasanya digunakan untuk mengatasi bradikardia, yaitu kondisi di mana denyut jantung terlalu lambat.
Implantasi defibrilator kardioverter implantabel (ICD), yaitu prosedur untuk memasang ICD, yaitu alat kecil yang bisa mengawasi dan mengatur irama jantung, yang ditanam di bawah kulit dada. ICD bisa menghasilkan impuls listrik atau gelombang kejut untuk mengembalikan irama jantung yang normal, jika terjadi aritmia yang berbahaya, seperti fibrilasi ventrikel.
Operasi yang biasa dilakukan untuk penyakit jantung antara lain:

Operasi bypass arteri koroner, yaitu operasi untuk mengalirkan darah ke jantung yang mengalami penyumbatan dengan menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain, seperti dada, lengan, atau kaki, yang disambungkan ke arteri koroner sebelum dan sesudah tempat penyumbatan.
Operasi katup jantung, yaitu operasi untuk memperbaiki atau mengganti katup jantung yang rusak atau bermasalah, yang bisa menyebabkan darah mengalir tidak normal di dalam jantung. Katup jantung bisa diperbaiki dengan cara memotong, menjahit, atau membentuk ulang katup tersebut, atau diganti dengan katup buatan yang terbuat dari logam, plastik, atau jaringan hewan.
Operasi transplantasi jantung, yaitu operasi untuk mengganti jantung yang gagal dengan jantung yang sehat dari donor yang meninggal. Operasi ini hanya dilakukan sebagai pilihan terakhir, jika pengobatan lain tidak berhasil, dan jika pasien memenuhi syarat untuk menerima donor.

7. Tingkatkan Kesadaran dan Pengetahuan Anda tentang Penyakit Jantung

Terakhir, tetapi tidak kalah penting, Anda harus meningkatkan kesadaran dan pengetahuan Anda tentang penyakit jantung. Dengan mengetahui lebih banyak tentang penyakit jantung, Anda bisa lebih siap dan waspada untuk menghadapi dan mengatasinya.

Anda bisa meningkatkan kesadaran dan pengetahuan Anda tentang penyakit jantung dengan cara:

Membaca artikel, buku, majalah, atau sumber-sumber lain yang memberikan informasi yang akurat, terbaru, dan mudah dipahami tentang penyakit jantung.
Menonton video, podcast, webinar, atau sumber-sumber lain yang memberikan edukasi, inspirasi, dan motivasi tentang penyakit jantung.
Mengikuti seminar, workshop, kelas, atau kegiatan-kegiatan lain yang memberikan pelatihan, konsultasi, atau dukungan tentang penyakit jantung.
Bergabung dengan komunitas, forum, grup, atau jejaring sosial lain yang membahas dan berbagi pengalaman, tips, atau saran tentang penyakit jantung.

Tentang Penulis: Jonathan putra

Gambar Gravatar
dr. Jonathan Putra merupakan Dokter Umum yang berpraktik di RS Umum Royal Prima. Beliau telah mengemban pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Sumatera Utara. Adapun layanan yang dapat dr. Jonathan putra bantu yaitu konsultasi kesehatan umum, seperti demam, sakit kepala/ migrain, diare, batuk/ pilek, sariawan, ambeiien, asma, rematik, kolesterol. Selain itu, Beliau terhimpun dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.