Populasi Lanjut Usia Meningkat, Bagaimana Kesiapan Indonesia Menghadapi Tantangan Kesehatan?

oleh -41 Dilihat
Populasi Lanjut Usia Meningkat, Bagaimana Kesiapan Indonesia Menghadapi Tantangan Kesehatan?

Healthsvpnews – Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami fenomena aging population, yaitu kondisi di mana jumlah penduduk lanjut usia (lansia) lebih banyak daripada jumlah penduduk muda. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2020, jumlah lansia di Indonesia mencapai 26,2 juta jiwa atau 9,7 persen dari total penduduk. Jumlah ini diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 19,9 persen pada tahun 2045.

Peningkatan populasi lansia tentunya membawa berbagai tantangan, terutama di bidang kesehatan. Lansia cenderung lebih rentan mengalami penyakit kronis, kehilangan fungsi fisik dan mental, serta mengalami kecelakaan. Selain itu, lansia juga menghadapi tantangan ekonomi dan sosial, seperti keterbatasan dana pensiun, biaya kesehatan yang mahal, dan kesulitan berpartisipasi dalam kegiatan sosial.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Salah satunya adalah Peraturan Menteri Kesehatan No. 25 Tahun 2016 tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lansia 2016-2019. Rencana aksi ini memiliki enam strategi, yaitu:

  • Memperkuat dasar hukum pelaksanaan pelayanan kesehatan lanjut usia
  • Meningkatkan jumlah dan kualitas fasilitas kesehatan
  • Membangun dan mengembangkan kemitraan dan jejaring pelaksanaan pelayanaan kesehatan lanjut usia
  • Meningkatkan ketersediaan data dan informasi di bidang kesehatan lanjut usia
  • Meningkatkan peran serta dan pemberdayaan keluarga, masyarakat, dan lanjut usia
  • Meningkatkan peran serta lansia dalam upaya peningkatan kesehatan keluarga dan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga memberikan perlindungan sosial bagi lansia melalui program-program seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Program-program ini diharapkan dapat membantu lansia memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.

Namun, upaya pemerintah saja tidak cukup untuk mengatasi tantangan kesehatan lansia. Peran serta keluarga, masyarakat, dan lansia sendiri juga sangat penting. Keluarga harus memberikan dukungan dan perhatian kepada lansia, baik secara fisik, mental, maupun emosional. Masyarakat harus memberikan kesempatan dan ruang bagi lansia untuk berinteraksi dan berkontribusi dalam kegiatan sosial. Lansia sendiri harus menjaga kesehatan dan gaya hidup mereka, serta tetap aktif dan produktif.

Dengan demikian, tantangan kesehatan lansia dapat diatasi dengan baik dan lansia dapat hidup sehat, bahagia, dan bermartabat.

Sumber berita

  • Indonesia Masuki Periode Aging Population – Sehat Negeriku
  • Lansia Menurut WHO: Mengenal Definisi, Karakteristik, dan Tantangan …
  • Kemenkes: Perlu perhatian untuk peningkatan kualitas hidup lansia

Tentang Penulis: Jonathan putra

Gambar Gravatar
dr. Jonathan Putra merupakan Dokter Umum yang berpraktik di RS Umum Royal Prima. Beliau telah mengemban pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Sumatera Utara. Adapun layanan yang dapat dr. Jonathan putra bantu yaitu konsultasi kesehatan umum, seperti demam, sakit kepala/ migrain, diare, batuk/ pilek, sariawan, ambeiien, asma, rematik, kolesterol. Selain itu, Beliau terhimpun dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.