Apa Saja Penyakit Kelamin Pria Dan Wanita? Tips Pencegahan Dan Mengobati

oleh -53 Dilihat
Apa Saja Penyakit Kelamin Pria Dan Wanita? Tips Pencegahan Dan Mengobati

Apa Saja Penyakit Kelamin Pria Dan Wanita? – Penyakit kelamin adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman. Penyakit kelamin dapat menimbulkan berbagai gejala, komplikasi, dan bahaya bagi kesehatan pria dan wanita. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui apa saja penyakit kelamin pria dan wanita yang ada.

Kami juga akan memberikan tips untuk mencegah dan mengobati penyakit kelamin, serta kapan Anda harus berkonsultasi dengan dokter ahli kelamin.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan tentang 6 jenis penyakit kelamin yang paling umum menyerang pria dan wanita, yaitu:

1. Gonore (Kencing Nanah)

Gonore adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini dapat menginfeksi uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan mata. Gonore dapat menular melalui hubungan seksual vaginal, oral, atau anal yang tidak aman.

Gejala gonore yang mungkin Anda rasakan adalah:

  • Keluarnya cairan kental, keruh, atau berdarah dari penis atau vagina
  • Nyeri atau terbakar saat buang air kecil
  • Nyeri dan bengkak pada testis
  • Perdarahan di antara siklus menstruasi
  • Gatal atau nyeri pada anus
  • Nyeri saat buang air besar

Jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Radang panggul, yaitu peradangan pada rahim, saluran telur, dan ovarium
  • Epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis, yaitu saluran yang menghubungkan testis dengan vas deferens.
  • Infertilitas, yaitu ketidakmampuan untuk hamil atau membuat hamil
  • Infeksi darah, yaitu penyebaran bakteri ke aliran darah
  • Artritis gonokokal, yaitu peradangan pada sendi yang disertai dengan demam, ruam, dan nyeri
  • Infeksi mata, yaitu peradangan pada konjungtiva, yaitu selaput tipis yang melapisi mata dan kelopak mata

Untuk mendiagnosis gonore, dokter ahli kelamin akan mengambil sampel cairan dari uretra, vagina, rektum, atau tenggorokan Anda, dan mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa. Dokter juga akan menanyakan riwayat seksual Anda, gejala yang Anda alami, dan apakah Anda memiliki pasangan seksual lain.

Pengobatan gonore dilakukan dengan menggunakan antibiotik, baik berupa suntikan atau pil. Anda harus mengikuti petunjuk dokter dan menghabiskan dosis antibiotik yang diberikan. Anda juga harus menghindari hubungan seksual selama pengobatan, dan memeriksakan diri kembali setelah selesai pengobatan untuk memastikan bahwa infeksi sudah sembuh.

Pencegahan gonore dapat dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menjaga kebersihan alat kelamin
  • Memeriksakan diri secara rutin ke dokter ahli kelamin
  • Menjalin hubungan seksual yang setia dan sehat dengan satu pasangan saja

2. Klamidia

Klamidia adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini dapat menginfeksi uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan, dan mata. Klamidia dapat menular melalui hubungan seksual vaginal, oral, atau anal yang tidak aman.

Gejala klamidia yang mungkin Anda rasakan adalah:

  • Keluarnya cairan tidak normal dari penis atau vagina
  • Nyeri atau terbakar saat buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Nyeri pada bagian bawah perut
  • Perdarahan di antara siklus menstruasi
  • Nyeri pada testis

Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Radang panggul, yaitu peradangan pada rahim, saluran telur, dan ovarium
  • Epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis, yaitu saluran yang menghubungkan testis dengan vas deferens
  • Infertilitas, yaitu ketidakmampuan untuk hamil atau membuat hamil
  • Infeksi darah, yaitu penyebaran bakteri ke aliran darah
  • Artritis reaktif, yaitu peradangan pada sendi, mata, dan uretra yang terjadi sebagai reaksi imun terhadap infeksi
  • Infeksi mata, yaitu peradangan pada konjungtiva, yaitu selaput tipis yang melapisi mata dan kelopak mata

Untuk mendiagnosis klamidia, dokter ahli kelamin akan mengambil sampel cairan dari uretra, vagina, rektum, atau tenggorokan Anda, dan mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa. Dokter juga akan menanyakan riwayat seksual Anda, gejala yang Anda alami, dan apakah Anda memiliki pasangan seksual lain.

Pengobatan klamidia dilakukan dengan menggunakan antibiotik, baik berupa suntikan atau pil. Anda harus mengikuti petunjuk dokter dan menghabiskan dosis antibiotik yang diberikan. Anda juga harus menghindari hubungan seksual selama pengobatan, dan memeriksakan diri kembali setelah selesai pengobatan untuk memastikan bahwa infeksi sudah sembuh.

Pencegahan klamidia dapat dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menjaga kebersihan alat kelamin
  • Memeriksakan diri secara rutin ke dokter ahli kelamin
  • Menjalin hubungan seksual yang setia dan sehat dengan satu pasangan saja

3. Trikomoniasis

Trikomoniasis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi parasit Trichomonas vaginalis. Parasit ini dapat menginfeksi vagina, uretra, dan prostat. Trikomoniasis dapat menular melalui hubungan seksual vaginal yang tidak aman

Gejala trikomoniasis yang mungkin Anda rasakan adalah:

  • Keluarnya cairan vagina yang bening, putih, atau kehijauan
  • Keluarnya cairan dari penis
  • Bau yang menyengat pada vagina
  • Gatal atau iritasi pada penis
  • Sakit saat berhubungan seksual
  • Sakit saat buang air kecil

Jika tidak diobati, trikomoniasis dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Infeksi saluran kemih, yaitu peradangan pada kandung kemih, uretra, atau ginjal
  • Infeksi prostat, yaitu peradangan pada prostat, yaitu kelenjar yang menghasilkan cairan semen
  • Infeksi vagina, yaitu peradangan pada vagina yang disertai dengan keputihan, gatal, dan bau
  • Infeksi serviks, yaitu peradangan pada leher rahim yang dapat meningkatkan risiko kanker serviks
  • Kehamilan ektopik, yaitu kehamilan yang terjadi di luar rahim, misalnya di saluran telur
  • Persalinan prematur, yaitu persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu
  • Bayi berat badan lahir rendah, yaitu bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2,5 kg

Untuk mendiagnosis trikomoniasis, dokter ahli kelamin akan mengambil sampel cairan dari vagina atau penis Anda, dan mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa. Dokter juga akan menanyakan riwayat seksual Anda, gejala yang Anda alami, dan apakah Anda memiliki pasangan seksual lain.

Pengobatan trikomoniasis dilakukan dengan menggunakan obat antiparasit, berupa pil yang diminum.

Anda harus mengikuti petunjuk dokter dan menghabiskan dosis obat yang diberikan. Anda juga harus menghindari hubungan seksual selama pengobatan, dan memeriksakan diri kembali setelah selesai pengobatan untuk memastikan bahwa infeksi sudah sembuh.

Pencegahan trikomoniasis dapat dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menjaga kebersihan alat kelamin
  • Memeriksakan diri secara rutin ke dokter ahli kelamin
  • Menjalin hubungan seksual yang setia dan sehat dengan satu pasangan saja

4. Herpes genital

Herpes genital adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). Virus ini dapat menular melalui kontak kulit dengan kulit, terutama saat berhubungan seksual. Ada dua jenis HSV, yaitu HSV-1 dan HSV-2. HSV-1 biasanya menyebabkan luka pada mulut, sedangkan HSV-2 biasanya menyebabkan luka pada alat kelamin.

Gejala herpes genital yang mungkin Anda rasakan adalah:

  • Munculnya benjolan merah kecil, lepuhan, atau luka terbuka di sekitar area genital, bokong, atau paha
  • Rasa sakit atau gatal di sekitar area genital
  • Demam, menggigil, nyeri otot, atau sakit kepala
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di pangkal paha

Jika tidak diobati, herpes genital dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Infeksi sekunder, yaitu infeksi yang terjadi akibat bakteri atau jamur yang masuk ke luka herpes
  • Meningitis, yaitu peradangan pada selaput yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang
  • Radang saraf, yaitu peradangan pada saraf yang dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada bagian tubuh tertentu
  • Infeksi bayi, yaitu penularan virus herpes dari ibu ke bayi saat persalinan, yang dapat menyebabkan cacat atau kematian pada bayi

Untuk mendiagnosis herpes genital, dokter ahli kelamin akan memeriksa luka yang Anda alami, dan mengambil sampel cairan dari lepuhan untuk diperiksa di laboratorium. Dokter juga akan menanyakan riwayat seksual Anda, gejala yang Anda alami, dan apakah Anda memiliki pasangan seksual lain.

Pengobatan herpes genital dilakukan dengan menggunakan obat antivirus, berupa pil atau salep yang dapat mengurangi gejala dan mencegah penularan. Namun, obat ini tidak dapat menyembuhkan herpes secara total, karena virus akan tetap berada dalam tubuh Anda dan dapat kambuh sewaktu-waktu. Anda harus mengikuti petunjuk dokter dan menghabiskan dosis obat yang diberikan. Anda juga harus menghindari hubungan seksual saat mengalami gejala, dan menggunakan kondom saat tidak mengalami gejala.

Pencegahan herpes genital dapat dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menjaga kebersihan alat kelamin
  • Memeriksakan diri secara rutin ke dokter ahli kelamin
  • Menjalin hubungan seksual yang setia dan sehat dengan satu pasangan saja
  • Menghindari kontak langsung dengan luka herpes pada orang lain

5. Kutil kelamin

Kutil kelamin adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV). HPV adalah kelompok virus yang terdiri dari lebih dari 100 jenis, yang dapat menyebabkan kutil pada berbagai bagian tubuh. Beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kanker, terutama kanker serviks pada wanita. HPV dapat menular melalui kontak kulit dengan kulit, terutama saat berhubungan seksual.

Gejala kutil kelamin yang mungkin Anda rasakan adalah:

  • Munculnya benjolan kecil, kasar, atau berbentuk seperti kembang kol di sekitar area genital atau anus
  • Rasa gatal, nyeri, atau tidak nyaman di sekitar area genital
  • Perdarahan saat berhubungan seksual

Jika tidak diobati, kutil kelamin dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Pertumbuhan kutil yang semakin besar atau banyak
  • Infeksi sekunder, yaitu infeksi yang terjadi akibat bakteri atau jamur yang masuk ke kutil
  • Kanker, yaitu pertumbuhan sel abnormal yang dapat menyebar ke organ lain
  • Infeksi bayi, yaitu penularan HPV dari ibu ke bayi saat persalinan, yang dapat menyebabkan kutil pada tenggorokan atau saluran napas bayi

Untuk mendiagnosis kutil kelamin, dokter ahli kelamin akan memeriksa kutil yang Anda alami, dan mungkin akan melakukan tes HPV untuk mengetahui jenis virus yang menginfeksi Anda. Dokter juga akan menanyakan riwayat seksual Anda, gejala yang Anda alami, dan apakah Anda memiliki pasangan seksual lain.

Pengobatan kutil kelamin dilakukan dengan menggunakan obat kutil, berupa salep, krim, atau cairan yang dapat membunuh atau menghilangkan kutil. Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter, karena dapat menyebabkan iritasi atau luka pada kulit. Selain itu, dokter juga dapat melakukan prosedur medis untuk mengangkat kutil, seperti:

  • Kauterisasi, yaitu pembakaran kutil dengan listrik atau laser
  • Krioterapi, yaitu pembekuan kutil dengan cairan nitrogen
  • Bedah, yaitu pengguntingan atau pengangkatan kutil dengan pisau bedah
  • Terapi imun, yaitu penyuntikan obat yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus

Pencegahan kutil kelamin dapat dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menjaga kebersihan alat kelamin
  • Memeriksakan diri secara rutin ke dokter ahli kelamin
  • Menjalin hubungan seksual yang setia dan sehat dengan satu pasangan saja
  • Melakukan vaksinasi HPV, yaitu pemberian vaksin yang dapat melindungi Anda dari beberapa jenis HPV yang berbahaya

6. Sifilis

Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini dapat menular melalui hubungan seksual vaginal, oral, atau anal yang tidak aman, atau melalui darah yang terkontaminasi. Sifilis dapat berkembang dalam empat tahap, yaitu:

  • Sifilis primer, yaitu tahap awal yang ditandai dengan munculnya luka keras dan tidak nyeri di sekitar area genital, mulut, atau anus, sekitar 3 minggu setelah terinfeksi. Luka ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu, tetapi bakteri masih berada dalam tubuh Anda.
  • Sifilis sekunder, yaitu tahap lanjutan yang ditandai dengan munculnya ruam kulit, demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, atau rambut rontok, sekitar 2-8 minggu setelah luka primer sembuh. Gejala ini dapat hilang dan timbul dalam beberapa bulan, tetapi bakteri masih berada dalam tubuh Anda.
  • Sifilis laten, yaitu tahap laten yang tidak menimbulkan gejala, tetapi bakteri masih berada dalam tubuh Anda. Tahap ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, tanpa Anda sadari.
  • Sifilis tersier, yaitu tahap akhir yang ditandai dengan kerusakan pada organ vital, seperti jantung, otak, saraf, mata, tulang, atau sendi. Tahap ini dapat terjadi setelah 10-30 tahun setelah terinfeksi, dan dapat menyebabkan kematian.

Jika tidak diobati, sifilis dapat menyebabkan komplikasi seperti:

  • Neurosifilis, yaitu infeksi pada otak atau saraf yang dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan pada otak atau saraf yang dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan penglihatan,¬† ¬†kejang, kehilangan ingatan, atau kelumpuhan
  • Kardiovaskular sifilis, yaitu infeksi pada jantung atau pembuluh darah yang dapat menyebabkan nyeri dada, sesak napas, pingsan, atau serangan jantung
  • Kongenital sifilis, yaitu penularan sifilis dari ibu ke bayi saat hamil atau persalinan, yang dapat menyebabkan keguguran, kelahiran mati, atau cacat pada bayi

Untuk mendiagnosis sifilis, dokter ahli kelamin akan mengambil sampel darah, cairan dari luka, atau cairan tulang belakang Anda, dan mengirimkannya ke laboratorium untuk diperiksa. Dokter juga akan menanyakan riwayat seksual Anda, gejala yang Anda alami, dan apakah Anda memiliki pasangan seksual lain.

Pengobatan sifilis dilakukan dengan menggunakan antibiotik, berupa suntikan penisilin yang dapat membunuh bakteri. Anda harus mengikuti petunjuk dokter dan menghabiskan dosis antibiotik yang diberikan. Anda juga harus menghindari hubungan seksual selama pengobatan, dan memeriksakan diri kembali setelah selesai pengobatan untuk memastikan bahwa infeksi sudah sembuh.

Pencegahan sifilis dapat dilakukan dengan cara:

  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menjaga kebersihan alat kelamin
  • Memeriksakan diri secara rutin ke dokter ahli kelamin
  • Menjalin hubungan seksual yang setia dan sehat dengan satu pasangan saja

Demikianlah Penjelasan tentang “Apa saja penyakit kelamin pria dan wanita?”. Saya harap penjelasan diatas dapat bermanfaat bagi Anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang penyakit kelamin, cara mencegah dan mengobatinya, serta kapan harus berkonsultasi dengan dokter ahli kelamin.

Tentang Penulis: Jonathan putra

Gambar Gravatar
dr. Jonathan Putra merupakan Dokter Umum yang berpraktik di RS Umum Royal Prima. Beliau telah mengemban pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Sumatera Utara. Adapun layanan yang dapat dr. Jonathan putra bantu yaitu konsultasi kesehatan umum, seperti demam, sakit kepala/ migrain, diare, batuk/ pilek, sariawan, ambeiien, asma, rematik, kolesterol. Selain itu, Beliau terhimpun dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.