Jangan Keliru! Inilah Perbedaan Asam Sulfat dan Asam Folat : Sifat, Kegunaan, dan Bahayanya yang Berbeda

oleh -71 Dilihat
Jangan Keliru! Inilah Perbedaan Asam Sulfat dan Asam Folat : Sifat, Kegunaan, dan Bahayanya yang Berbeda

Perbedaan Asam Sulfat dan Asam Folat  – Masih menganggap asam sulfat dan asam folat merupakan senyawa yang sama? Meski memiliki nama yang terdengar mirip jika dilihat, asam sulfat dan asam folat sebenarnya adalah dua senyawa yang berbeda lho!

Nah, agar tidak salah lagi, yuk simak apa saja perbedaan asam sulfat dan asam folat pada artikel berikut ini!

Apa itu Asam Sulfat?

Asam sulfat disebut juga asam sulfat adalah senyawa kimia dengan rumus kimia H₂SO₄ yang merupakan asam kuat dan korosif. Rumus kimianya menunjukkan bahwa satu molekul asam sulfat mengandung dua atom hidrogen, satu atom belerang, dan empat atom oksigen.

Bisa dibilang, asam sulfat merupakan salah satu senyawa kimia penting dan sering digunakan dalam industri, termasuk pembuatan pupuk, deterjen, dan baterai. Larutan asam sulfat bersifat sangat asam dan dapat menyebabkan korosi pada banyak jenis bahan, oleh karena itu tidak mengherankan jika asam sulfat sering digunakan dalam proses kimia.

Kegunaan asam sulfat

Meski asam sulfat berbahaya, ternyata kegunaan asam sulfat banyak lho! Berikut beberapa kegunaan asam sulfat dalam berbagai industri:

  • Asam sulfat digunakan dalam produksi berbagai bahan kimia seperti deterjen, pewarna, dan bahan kimia organik lainnya.
  • Asam sulfat digunakan dalam proses peleburan logam dan pemurnian logam, seperti produksi besi dan seng.
  • Penggunaan asam sulfat dapat mengontrol pH pada instalasi pengolahan air limbah dan dapat mengurangi limbah berbahaya sebelum dibuang.
  • Asam sulfat juga digunakan dalam proses pemutihan
  • Ini digunakan dalam pembuatan pupuk
  • Penggunaan asam sulfat dapat menghilangkan karat pada besi dan baja
  • Asam sulfat digunakan dalam pembuatan pupuk
  • Digunakan dalam proses penyulingan minyak bumi
  • Digunakan dalam baterai timbal-asam sebagai elektrolit

Walaupun asam sulfat banyak kegunaannya, namun perlu diingat untuk menggunakan asam sulfat dengan hati-hati karena bersifat korosif dan berbahaya.

Bahaya asam sulfat bagi manusia

Asam sulfat merupakan senyawa kimia yang dapat membahayakan manusia jika digunakan dengan hati-hati. Beberapa bahaya asam sulfat bagi manusia antara lain:

1. Bersifat korosif dan dapat merusak jaringan

Asam sulfat bersifat korosif dan dapat menyebabkan kerusakan pada kulit, mata, dan jaringan tubuh lainnya jika bersentuhan. Jika senyawa ini bersentuhan langsung dengan kulit, dapat menyebabkan iritasi, peradangan, dan luka bakar parah.

Faktanya, paparan yang terlalu lama atau dalam jumlah besar dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang serius, termasuk kerusakan permanen pada paru-paru dan organ dalam lainnya.

2. Bahaya asam sulfat dapat mengiritasi saluran pernapasan

Menghirup asap asam sulfat dapat menyebabkan iritasi saluran pernafasan. Hal ini dapat menimbulkan gejala seperti batuk, sesak napas, rasa tidak nyaman di dada, dan masalah pernapasan lainnya

3. Dapat Menyebabkan Reaksi Kimia Berbahaya

Faktanya, asam sulfat dapat bereaksi dengan bahan kimia lainnya. Reaksi tersebut dapat menghasilkan gas beracun atau senyawa kimia lainnya yang dapat membahayakan manusia dan lingkungan. Misalnya, reaksi dengan logam menghasilkan gas beracun hidrogen sulfida.

Karena potensi bahaya ini, penting untuk selalu mengikuti prosedur keselamatan yang benar saat menggunakan asam sulfat dan pastikan untuk menggunakan peralatan pelindung seperti sarung tangan, kacamata, dan pakaian pelindung untuk menghindari kontak langsung dengan kulit.

Apa itu Asam Folat?

Berbeda dengan asam sulfat, asam folat merupakan vitamin B terpenting dalam tubuh karena berperan dalam pembentukan sel darah merah dan fungsi saraf.

Asam folat digunakan untuk mencegah dan mengobati kadar folat darah rendah (defisiensi folat) dan kadar homosistein darah tinggi (hiperhomosisteinemia). Setiap orang pasti membutuhkan asam folat, karena tubuh membutuhkan banyak sekali manfaat asam folat.

Kekurangan asam folat dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari gangguan sistem saraf, anemia megaloblastik, penurunan imunitas, hingga risiko gangguan kehamilan.

Manfaat Asam Folat

Asam folat berperan penting dalam tubuh manusia. Berikut beberapa manfaat asam folat yang bisa Anda peroleh:

1, Mengurangi Degenerasi Makula

Menurut tim Healthsvp, sebuah penelitian menemukan bahwa asam folat dosis tinggi lebih efektif dalam menunda perkembangan Age-macular degenerasi (AMD) atau degenerasi makula dibandingkan tiamin (vitamin B1) dan riboflavin (vitamin B2), yang sering digunakan untuk membantu. . mengobati degenerasi makula.

Pasalnya, kandungan asam folat dapat membantu menurunkan homosistein dalam tubuh. tubuh dan mengubah homosistein menjadi zat lain yang lebih aman, sehingga mengurangi risiko AMD dan kemungkinan kerusakan pembuluh darah di mata.

Selain itu, asam folat juga memiliki efek antioksidan yang berarti dapat melindungi sel mata dari kerusakan akibat radikal bebas.

2. Mencegah dan Mengobati Anemia

Manfaat asam folat lainnya adalah dapat mencegah dan mengobati anemia. Anemia adalah suatu kondisi di mana tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah atau hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin, maka dapat menyebabkan rasa lelah, lemas, dan kekurangan oksigen dalam tubuh.

Secara umum, asam folat bisa Anda temukan pada berbagai jenis makanan, seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen tambahan.

3. Mencegah Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Manfaat asam folat lainnya adalah dapat mencegah penyakit jantung. Sebab, selain berperan dalam pembentukan sel darah merah, asam folat juga berperan dalam pencegahan pembekuan darah dalam tubuh.

Saat darah menggumpal, aliran darah ke jantung menjadi tidak stabil. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan jantung, termasuk penyakit jantung dan stroke.

4. Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil

Asam folat sangat penting bagi ibu hamil karena vitamin ini berperan dalam pembentukan sel-sel tubuh dan pertumbuhan jaringan, termasuk pembentukan sistem saraf pada janin.

Kadar folat darah yang tidak mencukupi sebelum kehamilan atau pada tahap awal kehamilan diyakini dapat meningkatkan risiko terjadinya cacat tabung saraf pada janin, yang dapat menyebabkan gangguan perkembangan saraf dan sumsum tulang belakang yang disebut spina bifida.

Manfaat asam folat untuk ibu hamil bukan satu-satunya. Pasalnya, asam folat juga dapat membantu mencegah anemia, yaitu suatu kondisi yang sering terjadi pada ibu hamil yang menimbulkan gejala kelelahan dan penurunan daya tahan tubuh.

Oleh karena itu, mengonsumsi asam folat sebelum dan selama kehamilan sangatlah penting. Wanita hamil harus mendapatkan 600 mcg asam folat per hari. Sedangkan wanita yang berencana hamil dianjurkan mengonsumsi asam folat minimal 400 mcg per hari.

Dari penjelasan di atas, kini kita mengetahui bahwa asam sulfat dan asam folat merupakan dua zat yang memiliki sifat dan kegunaan berbeda. Untuk wanita hamil. Pastikan Anda mendapatkan cukup asam folat!

Selain suplemen makanan, asam folat bisa Anda temukan pada berbagai makanan, seperti kacang tanah, kacang polong, biji-bijian, jeruk, alpukat, brokoli, telur, dan berbagai sayuran hijau lainnya.

Tanpa memastikan kecukupan asam folat, ibu hamil tidak boleh melewatkan pemeriksaan rutin selama hamil. Sebab dengan pemeriksaan rutin, dokter dapat memantau perkembangan janin, mengidentifikasi sejak dini gangguan kesehatan yang dihadapi ibu dan bayi, serta memberikan perawatan yang diperlukan.

 

Tentang Penulis: Jonathan putra

Gambar Gravatar
dr. Jonathan Putra merupakan Dokter Umum yang berpraktik di RS Umum Royal Prima. Beliau telah mengemban pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Sumatera Utara. Adapun layanan yang dapat dr. Jonathan putra bantu yaitu konsultasi kesehatan umum, seperti demam, sakit kepala/ migrain, diare, batuk/ pilek, sariawan, ambeiien, asma, rematik, kolesterol. Selain itu, Beliau terhimpun dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.