Mengenali Ciri-Ciri Kena Penyakit Gula dan Langkah-Langkah Pencegahan Diabetes

oleh -65 Dilihat
Ciri-Ciri Kena Penyakit Gula,Diabetes dan Pencegahannya
Ciri-Ciri Kena Penyakit Gula,Diabetes dan Pencegahannya

Ciri-Ciri kena penyakit gula – Penyakit gula atau diabetes adalah kondisi medis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Gejala awal penyakit ini seringkali tidak disadari oleh penderitanya, sehingga dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius pada kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali ciri-ciri kena penyakit gula dan gejala penyakit gula serta melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Beberapa ciri-ciri kena penyakit gula dan gejala yang umum terjadi pada penderita diabetes antara lain sering buang air kecil, haus yang berlebihan, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, kelelahan, kenaikan berat badan yang tidak wajar, serta penurunan sensitivitas terhadap insulin. Namun, gejala ini tidak selalu muncul pada setiap penderita diabetes dan mungkin juga dapat disebabkan oleh kondisi medis lainnya.

Untuk menjaga kesehatan dan mencegah risiko terjadinya penyakit gula, kita perlu melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga pola makan sehat, menghindari makanan yang mengandung gula berlebih, berolahraga secara teratur, serta menjaga berat badan yang sehat. Selain itu, perlu juga melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau kadar gula darah dan pengendalian risiko diabetes.

Tanda-tanda awal diabetes dan gejala penyakit gula

Jika anda merasa khawatir mengenai risiko terkena diabetes, sebaiknya anda mengetahui tanda-tanda awal yang menjadi petunjuk adanya penyakit pada tubuh. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala yang perlu diwaspadai:

  • Tanda-tanda diabetes melitus: Meliputi poliuria (sering buang air kecil), polidipsia (haus yang berlebihan), penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, kelelahan, serta kenaikan berat badan yang tidak wajar.
  • Gejala awal diabetes tipe 2: Dalam tahap awal, gejala diabetes tipe 2 mungkin sulit dikenali. Gejala umum termasuk lelah, sering merasa haus, dan penglihatan yang kabur. Setelah beberapa waktu, gejala akan semakin parah, seperti luka sulit sembuh dan infeksi yang sering kambuh.
  • Tanda-tanda kadar gula darah tinggi: Gejala ini meliputi sering buang air kecil, merasa haus, merasa lapar walaupun sudah makan, serta penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Hal ini menunjukkan pentingnya mengetahui tanda-tanda dan gejala awal diabetes guna mencegahnya sejak dini. Jika anda mengalami satu atau beberapa tanda dan gejala tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Komplikasi penyakit gula dan gangguan terkait

Kondisi diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius pada tubuh. Sejumlah gangguan kesehatan terkait diabetes yang paling umum meliputi:

1. Neuropati Diabetik

Neuropati diabetik terjadi ketika diabetes merusak saraf dalam tubuh, terutama pada area kaki dan tangan. Gejala yang sering terkait dengan neuropati diabetik adalah mati rasa atau kesemutan pada kaki dan tangan, atau sensasi terbakar atau sakit. Pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala neuropati diabetik.

2. Retinopati Diabetik

Retinopati diabetik adalah kondisi di mana diabetes merusak pembuluh darah mata. Pada tahap awal, terdapat sedikit atau tidak ada gejala, tetapi ketika kondisinya memburuk, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kadar gula darah stabil dan rutin memeriksa kesehatan mata untuk mengurangi risiko terkena retinopati diabetik.

3. Nefropati Diabetik

Nefropati diabetik dapat terjadi ketika diabetes merusak pembuluh darah di ginjal, yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk membuang sisa-sisa dan cairan. Penderita nefropati diabetik juga berisiko terkena gagal ginjal. Kontrol gula darah dan tekanan darah sangat penting untuk mencegah terjadinya nefropati diabetik.

4. Gangguan sirkulasi darah

Kondisi diabetes juga dapat mempengaruhi sirkulasi darah, menyebabkan pembuluh darah menyempit atau mengeras. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri dada, stroke, atau serangan jantung. Membuat perubahan gaya hidup yang sehat dan rutin melakukan pemeriksaan medis dapat membantu mencegah terjadinya gangguan sirkulasi darah.

5. Luka sulit sembuh

Diabetes dapat mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyembuhkan luka. Jika terdapat luka yang tidak sembuh-sembuh, dapat menyebabkan infeksi dan komplikasi serius lainnya. Untuk mencegah terjadinya luka sulit sembuh, sangat penting untuk menjaga gula darah dan tekanan darah stabil serta rutin merawat luka pada tubuh.

6. Infeksi yang sering kambuh

Orang yang menderita diabetes lebih rentan terkena infeksi, seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit, dan infeksi gigi dan gusi. Untuk mencegah terjadinya infeksi yang sering kambuh, penting untuk menjaga kebersihan tubuh dan gigi serta menjaga gula darah agar tetap stabil.

7. Kadar Kolesterol dan Trigliserida Abnormal

Orang dengan diabetes lebih rentan mengalami kadar kolesterol dan trigliserida yang abnormal. Kolesterol dan trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena masalah jantung dan stroke. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga diet yang sehat dan pola makan yang teratur agar kadar kolesterol dan trigliserida tetap stabil.

8. Gangguan penglihatan

Ciri-ciri kena penyakit gula juga dapat mempengaruhi kemampuan mata untuk melihat dengan jelas. Masalah kesehatan mata yang terkait dengan diabetes meliputi katarak, glaukoma, dan retinopati diabetik. Untuk menjaga kesehatan mata, penting untuk menjaga kadar gula darah agar tetap stabil dan rutin memeriksanya pada dokter spesialis mata.

Penyebab diabetes dan faktor risiko

Diabetes mellitus dikaitkan dengan berbagai faktor pengembangan. Dalam kasus diabetes tipe 1, tubuh gagal menyediakan insulin. Sebaliknya, pada diabetes tipe 2, tubuh cenderung menunjukkan resistensi insulin yang menyebabkan hiperglikemia dan memperburuk gangguan metabolisme glukosa.

Faktor-faktor risiko yang dapat mempengaruhi kemungkinan seseorang untuk mengembangkan diabetes termasuk usia, obesitas, riwayat keluarga, kurang melakukan aktivitas fisik, gaya hidup yang kurang sehat, hipertensi, pola makan tinggi lemak dan rendah serat serta gangguan metabolisme lipid dan pola tidur yang kurang teratur.

Faktor Risiko Penjelasan
Usia Resiko semakin meningkat dari umur 45 tahun ke atas agar patut diwaspadai
Obesitas Memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 30 kg/m2
Riwayat keluarga Memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes juga berpotensi memicu resiko diabetes pada diri seseorang.
Sedentari Tidak aktif secara fisik minimum 150 menit perminggu akan meningkatkan risiko diabetes tipe 2
Gaya hidup Kurangnya konsumsi makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian serta terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji.
Hipertensi Memiliki tekanan darah tinggi pada 130/80 mmHg atau lebih.
Pola makan tinggi lemak dan rendah serat Kurangnya makanan tinggi serat dan terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh
Gangguan metabolisme lipid Memiliki kadar lemak darah yang abnormal.
Pola tidur yang tidak teratur Kurang tidur atau tidur terlalu lama akan meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2.

Mengetahui faktor-faktor ini dapat membantu seseorang untuk mengurangi risiko terkena diabetes mellitus. Kita juga dapat mengurangi risiko dengan mengatur pola makan dan gaya hidup yang sehat serta melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala.

Pencegahan dan pengelolaan risiko diabetes

Diabetes dapat dicegah dengan mengadopsi gaya hidup sehat. Berikut adalah langkah-langkah pencegahan penyakit gula yang dapat dilakukan:

  • Menjaga pola makan sehat dengan membatasi asupan gula dan karbohidrat simple, serta mengonsumsi makanan yang kaya serat dan protein.
  • Berolahraga secara teratur selama minimal 30 menit setiap hari, seperti berjalan cepat atau berenang.
  • Menjaga berat badan di bawah kontrol dengan mengecek indeks massa tubuh (IMT) secara rutin.

Selain itu, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk mengelola risiko diabetes:

  • Melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh.
  • Mengendalikan kadar gula darah dengan mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter dan menghindari makanan yang dapat menaikkan kadar gula darah.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi perubahan dalam tubuh yang dapat menyebabkan diabetes.
Contoh Makanan Sehat untuk Mencegah Diabetes
Makanan Manfaat Kesehatan
Ikan Salmon Mengandung asam lemak omega-3 yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Kacang-Kacangan Kaya serat, protein, dan nutrisi penting lainnya yang dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2.
Sayuran Hijau Mengandung serat dan nutrisi penting yang dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit kronis, termasuk diabetes.
Yogurt Mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan dan dapat membantu menurunkan risiko diabetes.

Jangan biarkan diabetes mengambil alih kontrol atas hidup anda. Dengan menjaga pola makan sehat, berolahraga secara teratur, dan melakukan tes kesehatan secara berkala, kita dapat mencegah penyakit gula dan mengelola risiko diabetes dengan baik.

Dari penjelasan di atas kita dapat menyimpulkan betapa pentingnya mengenali ciri-ciri kena penyakit gula, terutama diabetes. Sebagai masyarakat yang peduli dengan kesehatan, kita harus mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, seperti menjaga pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan menjaga berat badan yang sehat. Hal ini penting untuk mengelola risiko diabetes dan menjaga kesehatan secara keseluruhan..

Kita harus selalu ingat bahwa menjaga kesehatan dan mengelola risiko diabetes bukanlah hal yang sulit. Dengan mengambil langkah-langkah sederhana sehari-hari dan melakukan pemeriksaan rutin, kita dapat menjalani kehidupan yang sehat dan bebas dari komplikasi penyakit yang terkait dengan gula darah tinggi. Mari lakukan hal-hal yang tepat untuk menjaga kesehatan kita dan keluarga, dan tetap semangat dan konsisten dalam menjalankan pola hidup sehat!

Baca juga Diabetes Melitus- Jenis-Jenis,Gejala,Penyebab,Diagnosa

Tentang Penulis: Jonathan putra

Gambar Gravatar
dr. Jonathan Putra merupakan Dokter Umum yang berpraktik di RS Umum Royal Prima. Beliau telah mengemban pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Sumatera Utara. Adapun layanan yang dapat dr. Jonathan putra bantu yaitu konsultasi kesehatan umum, seperti demam, sakit kepala/ migrain, diare, batuk/ pilek, sariawan, ambeiien, asma, rematik, kolesterol. Selain itu, Beliau terhimpun dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.